Gerakan Salat Lenturkan Saraf Tubuh

Kalau saja pesan salat bisa kita terapkan dalam pekerjaan dan  aktivitas sehari-hari, tentu hasil kinerjanya akan optimal dan  berkualitas. Dampak positif lain dari salat juga mendatangkan kesehatan. Jika kita perhatikan dan rasakan dalam gerakan-gerakan salat, dari  mulai takbir mengangkat kedua tangan, ruku, sujud, duduk dan gerakan  lainnya,  jaringan saraf tubuh akan tetap lentur dan rileks.

Dari banyak penelitian, sujud misalnya mampu membebaskan otak saraf  dari kegelisahan, rasa resah dan tekanan kejiwaan. Kepasrahan yang  dilakukan orang yang sujud membuat otak dan saraf menjadi tenang dan  terasa kosong. Seorang yang salat telah berbagi keresahan dan  kegelisahan hidupnya kepada Tuhannya sehingga akan terasa ringan.

Dengan ucapan dan gerakan salat kita dapat menyatukan antara hati  pikiran dan gerak untuk mencapai khusyuk. Mengapa tahajud pada waktu  malam sangat ditekankan?
Karena dalam keheningan malam itu kita akan  merasakan kedekatan dengan Tuhan. Setiap gerakan salat adalah bahasa ritual, sejak dari mengangkat  tangan, membungkukkan badan, sampai menundukkan kepala ke tanah.  Semuanya itu, kalau saja dihayati dengan mendalam,  jauh lebih ekspresif  ketimbang ucapan seribu kata.

Ketika seorang muslim bersujud dengan khusyuk menundukkan kepala dan  menempelkan dahinya ke tanah, maka rangkaian kata-kata tidak cukup untuk  mengungkapkan perasaan hatinya ketika bersimpuh menghadap Tuhan. Dengan demikian seseorang yang salat dengan tertib dan khusyuk akan  mampu membuat dirinya dalam keyakinan tinggi untuk menjalani hidup serta  kepasrahan tulus atas semua ketentuan Tuhan. Hidup akan tetap  optimistis karena selalu dekat dengan Tuhan.

Posting Komentar